Negara kita
telah masyhur dengan beberapa kelebihan, baik dari keanekaragaman suku, agama
dan budaya, keindahan gugusan pulau yang membentang dari sabang sampai merauke
dan kekayaan sumber daya alamnya. Karena negara kita adalah termasuk negara
yang dilalui oleh garis katulistiwa sehingga hutan negara kita tumbuh rindang.
Bahkan seorang pujangga dari negara jiran menyatakan bahwa hutan indonesia
adalah layaknya paru paru dunia dan penghasil oksigen terbesar didunia, maka
andai kata hutan negara kita habis terbakar maka akan berpengaruh pada hawa
dunia. Selain itu tanah negara kita pun terkenal sangat subur, tidak ada yang
bisa menandingi kesuburan tanah negara kita. hingga terdapat perumpamaan jika
tongkat di tancapkan di tanah negara kita maka akan menjadi pohon.
Disisi lain
kekayaan indonesia ternyata tidak mampu menjadikan indonesia bisa mengalahkan
kejayaan dan keadidayaan amerika serikat yang tanahnya gersang dan panas.
Selain itu di lihat dari segi jumlah penduduknya, penduduk indonesia jauh lebih
banyak dari pada Amerika serikat. Raja dangdut bang roma irama pada tahun
1980an pernah mendendangkan nyanyiannya “ 145 juta penduduk indonesia “ jika
sekarang kita sudah berada di penghujung tahun 2012 maka alangkah banyaknya
penduduk negri kita saat ini !! maka tidak heran jika jumlah penduduk indonesia
menempati urutan ke 4 dari rekor negara yang mempunyai penduduk terbanyak di
dunia.
Sudah saya
singgung berkali kali bahwa problem indonesia sebenarnya bukanlah karena SDA (
sumber daya alamnya ) tetapi karena kwalitas SDM ( sumber daya manusia ) negri
kita yang kurang kita perhatikan. Maka percuma jika negara kita kaya akan SDA
tapi SDM kita tidak bisa memaksimalkannya, akhirnya bangsa kitalah yang dijadikan
bal balan oleh negara lain yang lebih bisa mencari peluang peluang bisnis
dinegara kita. Sebenarnya dahulu
indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di asia, tetapi semua itu saat ini
tinggallah kenangan. Indonesia kini mengalami berbagai kemerosotan dalam segala
bidang terutama dalam bidang pendidikan terbukti dengan semakin banyaknya
lembaga pendidikan dinegara ini tetapi tidak semakin banyak orang yang
memperdulikan dengan kondisi negri kita. Karena Pelajar yang telah diberi
kesempatan untuk merasakan bangku sekolah malah menyia nyiakannya selain itu Anggaran
dana pendidikan negara kita Juga lebih kecil nominalnya dari pada negara-negara
lain. Dalam bidang perekonomian, masih
banyak pemuda negara kita yang masih menjadi pengangguran walaupun sebagian
dari mereka telah menyandang status sarjana, sedangkan yang telah diberi
kesempatan untuk berkerja malah berlaku curang dan menindas yang lemah. dan
dalam bidang kepolitikan, pemilihan pemipin negara ini masih banyak diwarnai
kecurangan kecurangan dan lebih mementingkan kepentingan golongannya masing masing.
Sedangkan yang telah menjadi seorang pemimpin malah menjadikan jabatannya
sebagai profesi bukan sebagai bentuk pengabdian, sehingga bagi yang tidak
didasari dengan kuatnya iman, akhirnya berbagai macam aksi yang curang pun
mereka lakukan layaknya korupsi dan lain sebagainya .
Melihat
banyaknya permasalahan yang dihadapi negara kita, maka saya menilai bahwa kini
saatnya kita mencari lembaga pendidikan yang bisa mencetak kader kader pemimpin
masa depan yang “ wani mlarat demi kepentingan umat “ yaitu lebih mementingkan kepentingan rakyat
dari pada kepentingan pribadi. Dan pesantren lah jawaban yang paling tepat
karena sejarah kemerdekaan negara kita juga tidak lepas dari peran lembaga
tertua di indonesia sebagai pusat pengkaderan pemimpin terbukti dengan
banyaknya tokoh kemerdekaan yang ternyata jebolan dari pesantren. Dan dengan
berlandaskan pada “ Al muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu ‘ala
jadidil aslah” pesantren pun sanggup memecahkan segala problematika
masyarakat saat ini, karena seorang santri adalah satu satunya embrio cikal
bakal ulama’ yang akan meneruskan warisan Nabi. Dan sesuai dengan sifat Nabi
yang luwes dan tegas pula, seorang santri juga di tuntut untuk
merefleksikannya. Luwes dalam artian tidak terlalu ekstrem dan keras terhadap
hal hal yang tidak ada nash dan dalilnya. Tegas dalam artian tanggap dan
kritis. Maka wajar jika sekarang banyak musyawaroh dan bahstul masail
bermunculan di beberapa pesantren, hal itu sebagai bukti bahwa santri bukanlah
individu yang cuek dan acuh terhadap permasalahan masyarakat, tetapi sebisa
mungkin mengkorelasikan antara kehidupan kekinian dengan rambu-rambu agama
walaupun hasil dari musyawaroh dan bahtsul kutub tidak selamanya diterima
masyarakat, maka santri juga dituntut untuk jeli dalam mempertimbangkan hasil
musyawaroh yang telah disepakati karena disadari ataupun tidak seorang santri cenderung
akan melihat dari sisi madhorot ( kerugian ) dan manfaatnya yang akan di
timbulkan jauh pada masa yang akan datang, berbeda dengan non santri yang
cenderung memandang suatu permasalahan pada saat ini atau pada waktu yang
relatif sangat singkat.
Pemaparan diatas
menjadi semakin jelas bahwa negara ini membutuhkan pemimpin yang mempunyai
pengetahuan agama yang cukup sehingga sanggup mengabdi untuk rakyat dan sanggup
memajukan negara dengn memikirkan dari segi madhorot dan manfaatnya. Adapun
cara dan jalan untuk menembus menjadi seorang pemimpin adalah harus dengan
jalan politik. Walaupun saat ini dunia politik
terkenal dengan dunia yang harus dijauhi karena penuh dengan tipu daya dan
jalan kotor, tetapi perlu kita ketahui bahwa dalam bahasa arab politik adalah
siyasah yang dulu dikenal dengan cara cerdas untuk mengurusi urusan masyarakat,
Namun hakikat politik semakin pudar saat terjadi kebiasaan umum masyarakat yang
beraqidah sekularisme baik muslim ataupun non muslim, yang dalam Perkataan dan
perbuatannya menyimpang dengan kebenaran islam, sehingga politik pun seakanakan
harus dijauhi oleh agama islam, sebab orang yang faham agama adalah orang yang takut
kepada Alloh sehingga tidak cocok untuk berkecimpung di dunia politik yang
dusta, dholim dan penuh dengan penghianatan. Maka kita sebagai kaum santri yang
sudah mengetahui hal tersebut harus segera menghidupkan fikiran kita agar bisa
segera memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hakikat dari politik dengan
tujuan untuk membersihkan politik dari perkara-perkara yang kotor dan keji dan
untuk mencegah politisi yang betindak sewenang wenang. Kaum santri juga harus
siap berpolitik dengan cara menjadi politisi yang jujur, terbuka, amanah dan
peduli umat.Karena agama adalah sebagai kendali atau rem dalam berpolitik.
Sehingga saya
menghimbau kepada para santri untuk memilih calon calon pemimpin yang jebolan
pondok pesantren, atau memilih partai politik yang siap dikuasai oleh
pondok dan jajaran pengurusnya adalah
dari kalangan santri. Maka dari itu bagi
kaum santri diharap untuk segera mempersiapkan diri, dengan berbekal pada
pengetahuan umum yang cukup, ketrampilan, pengetahuan agama yang telah
digembleng di pondok pesantren dan otak hidup. Saya yakin dalam beberapa tahun
kedepan estafet kepemimpinan negara ini akan jatuh ditangan kaum santri baik
pada tingkat pemerintahan pusat ataupun daerah. Wallohu’alam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar