Minggu, 03 Februari 2013

SAATNYA PONDOK MENGIBARKAN PANJI-PANJI POLITIK ALA PESANTREN




Negara kita telah masyhur dengan beberapa kelebihan, baik dari keanekaragaman suku, agama dan budaya, keindahan gugusan pulau yang membentang dari sabang sampai merauke dan kekayaan sumber daya alamnya. Karena negara kita adalah termasuk negara yang dilalui oleh garis katulistiwa sehingga hutan negara kita tumbuh rindang. Bahkan seorang pujangga dari negara jiran menyatakan bahwa hutan indonesia adalah layaknya paru paru dunia dan penghasil oksigen terbesar didunia, maka andai kata hutan negara kita habis terbakar maka akan berpengaruh pada hawa dunia. Selain itu tanah negara kita pun terkenal sangat subur, tidak ada yang bisa menandingi kesuburan tanah negara kita. hingga terdapat perumpamaan jika tongkat di tancapkan di tanah negara kita maka akan menjadi pohon.
Disisi lain kekayaan indonesia ternyata tidak mampu menjadikan indonesia bisa mengalahkan kejayaan dan keadidayaan amerika serikat yang tanahnya gersang dan panas. Selain itu di lihat dari segi jumlah penduduknya, penduduk indonesia jauh lebih banyak dari pada Amerika serikat. Raja dangdut bang roma irama pada tahun 1980an pernah mendendangkan nyanyiannya “ 145 juta penduduk indonesia “ jika sekarang kita sudah berada di penghujung tahun 2012 maka alangkah banyaknya penduduk negri kita saat ini !! maka tidak heran jika jumlah penduduk indonesia menempati urutan ke 4 dari rekor negara yang mempunyai penduduk terbanyak di dunia.
Sudah saya singgung berkali kali bahwa problem indonesia sebenarnya bukanlah karena SDA ( sumber daya alamnya ) tetapi karena kwalitas SDM ( sumber daya manusia ) negri kita yang kurang kita perhatikan. Maka percuma jika negara kita kaya akan SDA tapi SDM kita tidak bisa memaksimalkannya, akhirnya bangsa kitalah yang dijadikan bal balan oleh negara lain yang lebih bisa mencari peluang peluang bisnis dinegara kita.  Sebenarnya dahulu indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di asia, tetapi semua itu saat ini tinggallah kenangan. Indonesia kini mengalami berbagai kemerosotan dalam segala bidang terutama dalam bidang pendidikan terbukti dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan dinegara ini tetapi tidak semakin banyak orang yang memperdulikan dengan kondisi negri kita. Karena Pelajar yang telah diberi kesempatan untuk merasakan bangku sekolah malah menyia nyiakannya selain itu Anggaran dana pendidikan negara kita Juga lebih kecil nominalnya dari pada negara-negara lain.  Dalam bidang perekonomian, masih banyak pemuda negara kita yang masih menjadi pengangguran walaupun sebagian dari mereka telah menyandang status sarjana, sedangkan yang telah diberi kesempatan untuk berkerja malah berlaku curang dan menindas yang lemah. dan dalam bidang kepolitikan, pemilihan pemipin negara ini masih banyak diwarnai kecurangan kecurangan dan lebih mementingkan kepentingan golongannya masing masing. Sedangkan yang telah menjadi seorang pemimpin malah menjadikan jabatannya sebagai profesi bukan sebagai bentuk pengabdian, sehingga bagi yang tidak didasari dengan kuatnya iman, akhirnya berbagai macam aksi yang curang pun mereka lakukan layaknya korupsi dan lain sebagainya .
Melihat banyaknya permasalahan yang dihadapi negara kita, maka saya menilai bahwa kini saatnya kita mencari lembaga pendidikan yang bisa mencetak kader kader pemimpin masa depan yang “ wani mlarat demi kepentingan umat “  yaitu lebih mementingkan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi. Dan pesantren lah jawaban yang paling tepat karena sejarah kemerdekaan negara kita juga tidak lepas dari peran lembaga tertua di indonesia sebagai pusat pengkaderan pemimpin terbukti dengan banyaknya tokoh kemerdekaan yang ternyata jebolan dari pesantren. Dan dengan berlandaskan pada “ Al muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu ‘ala jadidil aslah” pesantren pun sanggup memecahkan segala problematika masyarakat saat ini, karena seorang santri adalah satu satunya embrio cikal bakal ulama’ yang akan meneruskan warisan Nabi. Dan sesuai dengan sifat Nabi yang luwes dan tegas pula, seorang santri juga di tuntut untuk merefleksikannya. Luwes dalam artian tidak terlalu ekstrem dan keras terhadap hal hal yang tidak ada nash dan dalilnya. Tegas dalam artian tanggap dan kritis. Maka wajar jika sekarang banyak musyawaroh dan bahstul masail bermunculan di beberapa pesantren, hal itu sebagai bukti bahwa santri bukanlah individu yang cuek dan acuh terhadap permasalahan masyarakat, tetapi sebisa mungkin mengkorelasikan antara kehidupan kekinian dengan rambu-rambu agama walaupun hasil dari musyawaroh dan bahtsul kutub tidak selamanya diterima masyarakat, maka santri juga dituntut untuk jeli dalam mempertimbangkan hasil musyawaroh yang telah disepakati karena disadari ataupun tidak seorang santri cenderung akan melihat dari sisi madhorot ( kerugian ) dan manfaatnya yang akan di timbulkan jauh pada masa yang akan datang, berbeda dengan non santri yang cenderung memandang suatu permasalahan pada saat ini atau pada waktu yang relatif sangat singkat.
Pemaparan diatas menjadi semakin jelas bahwa negara ini membutuhkan pemimpin yang mempunyai pengetahuan agama yang cukup sehingga sanggup mengabdi untuk rakyat dan sanggup memajukan negara dengn memikirkan dari segi madhorot dan manfaatnya. Adapun cara dan jalan untuk menembus menjadi seorang pemimpin adalah harus dengan jalan politik.  Walaupun saat ini dunia politik terkenal dengan dunia yang harus dijauhi karena penuh dengan tipu daya dan jalan kotor, tetapi perlu kita ketahui bahwa dalam bahasa arab politik adalah siyasah yang dulu dikenal dengan cara cerdas untuk mengurusi urusan masyarakat, Namun hakikat politik semakin pudar saat terjadi kebiasaan umum masyarakat yang beraqidah sekularisme baik muslim ataupun non muslim, yang dalam Perkataan dan perbuatannya menyimpang dengan kebenaran islam, sehingga politik pun seakanakan harus dijauhi oleh agama islam, sebab orang yang faham agama adalah orang yang takut kepada Alloh sehingga tidak cocok untuk berkecimpung di dunia politik yang dusta, dholim dan penuh dengan penghianatan. Maka kita sebagai kaum santri yang sudah mengetahui hal tersebut harus segera menghidupkan fikiran kita agar bisa segera memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hakikat dari politik dengan tujuan untuk membersihkan politik dari perkara-perkara yang kotor dan keji dan untuk mencegah politisi yang betindak sewenang wenang. Kaum santri juga harus siap berpolitik dengan cara menjadi politisi yang jujur, terbuka, amanah dan peduli umat.Karena agama adalah sebagai kendali atau rem dalam berpolitik.
Sehingga saya menghimbau kepada para santri untuk memilih calon calon pemimpin yang jebolan pondok pesantren, atau memilih partai politik yang siap dikuasai oleh pondok  dan jajaran pengurusnya adalah dari kalangan santri.  Maka dari itu bagi kaum santri diharap untuk segera mempersiapkan diri, dengan berbekal pada pengetahuan umum yang cukup, ketrampilan, pengetahuan agama yang telah digembleng di pondok pesantren dan otak hidup. Saya yakin dalam beberapa tahun kedepan estafet kepemimpinan negara ini akan jatuh ditangan kaum santri baik pada tingkat pemerintahan pusat ataupun daerah. Wallohu’alam

INDONESIAKU BERDUKA



Kucuran air mata tak henti-hentinya mengalir deras di pelupuk mata sang bunda pertiwi,menandakan kesedihan yang mendalam akan pertunjukan alam yang tak henti-hentinya mempertontonkan kehebatannya.Helaan nafas panjang sang bunda pertiwi, menambahkan daftar panjang kekesalannya akan bencana yang seakan-akan berlomba-lomba menunjukkan siapakah yang terkuat diantara mereka.Mulai dari laut yang mempersembahkan kehebatannya menyapu daratan yang mana  dengan sekali hempasan ombaknya saja,berhasil memusnahkan beribu-ribu jiwa di nangro aceh Darussalam pada akhir tahun 2004,Sampai dengan gunung-gunung yang telah lama mematung juga tak mau kalah untuk mempertontonkan keahliannya dengan mengutus merapi dan bromo sebagai perwakilan mereka,Bahkan bumipun yang merasakan dirinya telah berumur malah menjadi pendaftar pertama dalam pertunjukan tersebut,hal itu terbukti dengan adanya gempa flores pada tahun 1992 sampai dengan gempa Jogjakarta pada tahun 2006 yang mengakibatkan beribu-ribu nyawa melayang.

Betapa rentetan pertunjukan tersebut telah menambah angka kemelaratan dan kemiskinan di negri kita.Mungkin jika kita teliti dari letak geologi Indonesia,sebenarnya Negara kita memang termasuk wilayah yang rawan terjadi gempa karena berada di antara patahan lempeng bumi selain itu perubahan lapisan bumi juga diakibatkan pengeksploitasan hasil bumi yang terlalu berlebihan tetapi tanpa kita sadari di balik semua itu terdapat gejala-gejala metafisika (non fenomenal) yang mengiringi setiap pertunjukan bencana alam Indonesia,Sebagaimana firman alloh pada surat Asy-syura:30:
30. dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Ayat di atas telah jelas menyatakan jika bencana alam yang selama ini terjadi,bukanlah di sebabkan letak geologi alam Indonesia saja tetapi,juga karena ulah jail manusia yang hanya mementingkan dirinya tanpa memikirkan akibat jangka panjang yang disebabkan ulah mereka.Hal tersebut dapat di buktikan dengan kutipan hadist Rosululloh yang diriwayatkan oleh sayyidina ali bin abi tholib: Rosululloh bersabda:”Apabila umatku telah melakukan lima belas perkara,maka halal baginya(layaknya)ditimpakan kepada mereka bencana”.Ditanyakan apakah lima belas perkara tersebut wahai Rosululloh?Rosululloh bersabda:”Apabila 1).Harta Rampasan perang(maghnam)tidak di bagikan sebagaimana mestinya 2).Amanah (barang amanah) dijadikan sebagai sumber kekayaan atau penghasilan 3).Zakat di anggap sebagai beban(denda) 4.Suami menjadi budak istrinya 5).Mendurhakai ibu 6).Mengutamakan sahabatnya 7).Berbuat zalim kepada ayahnya 8)Terjadi kebisingan di dalam masjid 9).Orang-orang hina,rendah,dan bejat moralnya menjadi pemimpin umat( masyarakat) 11). Minuman keras (khamer) tersebar merata dan menjadi kebiasaan 12).Laki-laki telah memakai pakaiansutra 13).Penyanyi dan penari wanita bermunculan dan dianjurkan 14).Alat-alat music merajalela dan menjadi kebanggaan atau kesukaan 15).Generasi akhir umat ini mencela dan mencerca generasi pendahulunya.Apabila telah berlaku perkara-perkara tersebut,Maka tunggulah datangnya malapetaka berupa:Taufan merah(kebakaran),Tenggelam kedalam bumi (gempa bumi),dan perubahan-perubahan atau penjelmaaan-penjelmaan dari satu bentuk kebentuk yang lain.
Kontekstualitas makna hadist di atas adalah Rosululloh mengabarkan bahwa ada 15 perbuatan manusia yang bisa mengundang datangnya musibah.Mari kita perinci satu persatu:
1.      Harta rampasan perang tidak ayat imam tirmidzi dari sayyidina alia ia nesiadi bagikan semestinya.jika kita implementasikan dengan keadaan saat ini maka bisa kita qiyaskan dengan harta rakyat maksudnya para pejabat yang menyalahgunakan pendapatan Negara yang telah dianggar untuk di berikan kepada rakyat miskin.
2.      Amanah (barag amanah)dijadiak sebagai sumber kekayaan atau penghasilan.Yaitu orang-orang yang di percaya bisa mengemban amanah malah menjadikan amanah tersebut sebagai sumber kekayaan.Sebenarnya amanah disini bukan hanya benda tetapi istripun bisa di katakana sebagai amanah,dan jika kita lihat saat ini sudah banyak suami yang menjadikan istri sebagai alat untuk mencari kekayaan.Na’udzu billahi mindzalik
3.      Zakat di anggap sebagai beban.Zakat dalam makna yang lebih luas bisa di analogkan dengan iuran wajib(SPP).Yang mana saat ini kebanyakan orang mengeluarkan zakat(iuran wajib) dengan berat hati sedangkan mereka mau menikmati fasilitas yang ada.Bahkan zakat di katakana sebagai penyebab dari berkurangnya harta padahal jika kita menilai dari firman Alloh pada surat Ibrahim ayat 7:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Dari ayat di atas menyebutkan bahwa zakat adalah sebagai wujud rasa syukur seorang hamba kepada Alloh yang mana dengan menyisihkan sedikit hartanya untuk zakat maka Alloh tidak akan menguranginya tetapi malah akan memberi ganti dengan melipat gandakan harta zakat tersebut.
4.      Suami menjadi budak istri.Sebagaimana saat ini cinta suamai kepada istri melebihi cintanya pada Alloh.Bahkan suami rela mendurhakai ibunya demi menuruti kemauan istri.
  Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.“at taubah:24”
5.      Mendurhakai ibu.Kita tahu bahwa ibulah yang telah melahirkan kita,beliau susah payah membesarkan kita tetapi malah kita mendurhkai beliau.Durhaka disini bisa diartikan menyakiti hatinya seperti berkata-kata kasar padanya atau fisiknya.
6.      Mengutamakan sahabat.mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri memang sangat di anjurkan tetapi jika lebih mengutamakan sahabat dari pada orang tua,sampai mendurhakai orang tua ataupun membohonginya hanya demi kebahagiaan sahabatnya itulah yang dilarang.
7.      Berbuat zalim kepada ayah.Ayah memang mempunyai tingkatan di bawah ibu tetapi mengutamakan ayah juga harus kita utamakan.Saat ini banyak sekali anak yang menelantarkan orang tuanya yang seharusnya mendapatkan kebahagiaan di hari tuanya.
8.      Terjadi kebisingan di dalam masjid.Masjid seharusnya di gunakan sebagai sarana beribadah tetapi saat ini masjid-masjid malah di jadikan sarana untuk jual beli sehingga terjadi keramaian di masjid.
9.      Orang-orang hina,rendah dan bejat moralnya menjadi pemimpin.Kenyataan yang memang tak bisa terbantahkan,baik dari pemimpin negara sampai pemimpin rakyat pun jika mempunyai akhlaq yang kurang baik pasti rakyatpun akan menirunya.Mungkin inilah yang terjadi di Indonesia saat ini.
10.  Seseorang di hormati karena takut dengan kejahatannya.Takut memang bisa membuat seseorang tunduk pada sesuatu yang di takuti,maka pantaslah jika Alloh berkali-kali menurunkan ayat yang bertujuan untuk mengingatkan agar selalu takut(Taqwa) kepada Alloh.Tetapi jika rasa hormat kita kepada orang lain bukan karena wibawa seseorang dan lebih pada kejahatannya maka nilainya akan lebih randah dan
11.  Minuman keras menjadi kebiasaan.Minuman keras di sini bukan hanya Alkohol saja tetapi Sabu-sabu,Narkotika,ganja,bir ataupun heroin juga dikatagorikan sebagai minuman keras.Bagi kita mungkin barang-barang tesebut bukanlah hal yang asing di telinga kita karena bukan hanya kaum berduit saja yang bisa menikmati minuman keras dan obat-obatan terlarang tersebut,Tetapi
12.  Laki-laki telah memakai pakaian sutra.Sutra yang nyatanya di larang bagi laki-laki untuk memakainya malah sekarang para kaum adam tersebut begitu bangga memakainya.
13.  Penyanyi dan penari wanita di anjurkan.Berbagai acara yang menghiasi negri ini baik acara pernikahan,peringatan ulang tahun ataupun kampanye politik seringkali di hiasi dengan orkes yang melibatkan banyak penyanyi dan penari seksi mengumbar auraotnya,Ironisnya lagi,mereka lebih di mulyakan dari pada para ulama’.Terbukti dengan antusias masyarakat yang rela berdesakan hanya untuk menyaksikan para penyanyi beraksi,bahkan tak jarang banyak korban berjatuhan hanya karena ingin melihat pertunjukan artis pujaan.Disisi lain masjid-masjidpu sepi
14.  Alat-alat music merajalela.
15.  Generasi muda mencela generasi pendahulunya.

Solusinya Hanya dengan Bertaubat pada alloh

Hauriya hasna