Jumat, 10 Mei 2013


Jalan cinta
Untuk anak-anakku,
Yang sedang bertanya-tanya
Tentang masa depan yang tersembunyi dan terbayang begitu jauh
Berharap-harap tentang hidup yang sedang dan akan dihadapinya
Anak-anakku,
yang sedang mencari keyakinan jiwa
Terhadap jiwa lain yang menjadi pasangan jiwanya
Anak-anakku,
Yang sedang gelisah
Menjalani hidup yang penuh ketidakpastian
Dan godaan-godaan yang memberatkan
Anak-anakku,
Yang semakin dewasa
Dan penuh dengan beban tanggungjawab kehidupan
Aku berdoa untuk kalian
Ya Allah,
Karuniakanlah kebajikan dan keteguhan hati kepada mereka
Jiwa-jiwa yang sedang tumbuh dewasa
Bersihkanlah jiwa mereka
Masukkanlah mereka dalam lindunganMu dan pemeliharaanMu
Anakku,
Pada mulanya engkau dan dia bertemu dalam ketidaksengajaan
Karena sejak mulanya adalah engkau dan dia dipertemukan
Oleh Tangan Gaib yang mengatur kehidupan
Dan sejak engkau bertemu lelaki bermata kuat
Dengan tatapannya yang tajam
Ada yang tersentak dari dalam dadamu
Engkau sering menyendiri duduk dalam gelap
bersenandung nyanyian kasmaran
Dan tersenyum entah untuk siapa
Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang
memahat langit dengan angan-angan
mengukir malam dengan bayang-bayang
Jangan hanya diam engkau simpan dalam duduk termenung
Malam yang engkau sapa lewat tanpa jawab
Bersikaplah jujur dan terbuka
Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta yang panas bergelora
Barangkali takdir tengah bicara
Telah datang seorang lelaki diperuntukkan buatmu
Dan pandangan matanya memang khusus buatmu
Mengapa engkau harus sembunyi dari kenyataan
Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga
Bergegaslah bangun dari mimpi
Atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam
Anggap saja takdir tengah bicara
Ia datang dari langit buatmu dan pandangan matanya khusus buatmu
Engkau akan segera menyadari
Keadaannya tidaklah jauh berbeda
Takdir tengah bicara kepadanya
Ada yang tersentak dari dalam dadanya
Sejak ia bertemu denganmu gadis bermata lembut
Dan tatapanmu yang sejuk
Ia mengasingkan diri dari keriuhan
Merenungi keajaiban ruhaniah yang menggetarkan jiwanya
Bermalam-malam lewat tanpa jawab
Berharap-harap ia bertemu lagi denganmu
Menyusun angan-angan duduk berdua di bawah pohon cemara
Dan bercerita tentang sepasang burung yang bercumbu di atas dahan
Ia menyematkan kembang di rambut telinga kananmu
Lalu waktu yang engkau dan dia bayangkan pun tiba
Engkau bertemu dengannya berdiri di dekat duduknya
Tetapi ia hanya duduk terdiam
Engkaupun hanya berdiri terpaku berharap-harap
Ia berdiri mendekat ke hadapanmu dan menyapamu
Angin dan daunan dan waktu bercanda menunggu
Tetapi engkau dan dia tidak beranjak menyambut suara alam
Yang mengabarkan harapanmu terhadapnya
Dan mengabarkan hasratnya terhadapmu
Keraguanlah yang menyelimuti langkahmu
Engkau ragu keliru memahami pandangan matanya
Ketakutanlah yang menyelubungi langkahnya
Ia takut menemui kenyataanmu yang berbeda
Waktu berlalu dan engkau dan dia berlalu
Sejak ia berlalu dari hadapanmu
Sepi menggelayut di dalam dadamu dan rindu bayang-bayangnya
Sejak engkau berlalu dari hadapannya
Di dadanya bergelayut sepi dan rindu bayang-bayangmu
Engkau dan dia memang tidak seperti kanak-kanak lagi
Kanak-kanak tidak pandai berdusta apalagi terhadap perasaan di dada
Kanak-kanak yang begitu jujur tentang apa yang disukainya atau
dibencinya
Dan disampaikannya dengan tanpa beban
Sedang engkau menyembunyikan darinya
Perasaanmu yang bergelora
Dan dia menyembunyikan darimu
Hasratnya yang membara
Kedua-duanya bersembunyi dibalik harga diri
Mengapa engkau dan dia tidak bersegera mengikuti panggilan jiwa
Yang disatukan Tangan Gaib dalam cinta
Anugerah yang mengejawantah dalam dirimu dan dirinya
Pabila cinta telah memanggilmu ikutilah jalannya
Meski dibalik sayapnya yang anggun
Tersimpan pedang tajam melukaimu
Yakinlah anugerah gaibNya akan membimbing engkau dan dia
Dalam perjalanan yang menggembirakan betapa pun jauhnya
Apabila anugerah cinta telah melingkupi jiwamu dan jiwanya
Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipertemukan
Betapapun engkau tidak menginginkan
Atau dia tidak menghendaki
Apabila hanya hasrat dan gelora nafsu yang melingkupi jiwamu dan
jiwanya
Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipisahkan
Betapapun engkau ingin menemukannya
Atau dia ingin menemukanmu
Sesungguhnya atas kehendakNyalah engkau dan dia dipertemukan atau
dipisahkan
Nampaknya kegelisahanmu dan hasratnya
Hendak dipertemukan olehNya dalam cinta
Sehingga waktu membuatmu sering berhadapan dengannya
Dan ruang sering menempatkannya di dekatmu
Lalu engkau dan dia menjadi lebih mudah berbicara
Dan mendekatkan jiwamu dengan jiwanya
Sampai tiba waktu yang engkau dan dia tunggu
Benih yang dianugerahkan untukmu dan untuknya
Telah mulai bersemi dan tumbuh sebagai pohon cinta dengan cepatnya
Kalian menjadi sepasang kekasih yang saling mengikat janji setia
Sepasang kekasih saling menumpahkan perasaan
Mengikat waktu dengan memadu rindu
Saling bercerita tentang kegembiraan
Saling bercerita tentang kesedihan
Saling membagi tentang harapan dan beban
Memupuk pohon cinta dengan terbuka
Kepercayaan dan keikhlasan tentang hidup yang nampak atau tersembunyi
Memberikan dengan segala kerelaan kesempatan dan dukungan
Meminta dengan lembut pembelaan dan perlindungan
Memberikan pengertian dengan sepenuh hati dan pikiran
Sepasang kekasih saling menjaga dan memelihara
Karena ada kalanya di tengah waktu
Datang masa-masa yang mengganggu dan membingungkan
Menjadi masalah dan kemarahan
Lalu seperti kanak-kanak kalian saling membenci
Tentang keadaannya yang tidak engkau inginkan
Tentang keadaanmu yang tidak dia inginkan
Lalu seperti kanak-kanak kalian saling berdiam
Tentang ketidakmengertiannya terhadap keinginanmu
Tentang ketidakmengertianmu terhadap keinginannya
Anugerah cinta, harapan dan kedewasaan yang membimbing kalian
Membawamu kembali mendekat kepadanya
Membawanya kembali mendekat kepadamu
Lalu kalian saling bercerita
Tentang pemeliharaan dan penjagaan sepasang kekasih
Lalu kalian saling mengingatkan tentang pohon cinta yang kalian
ikrarkan
Di sepanjang perjalanan selalu datang kabut
Mengaburkan pandangan dan menghalangi tujuan hidup
Kekuatanmu dan kekuatannya dan anugerah cinta yang dapat
membersihkannya
Maka hanya kepadaNya berlindung dan berserah diri
Sepasang kekasih memohon penjagaan dan pemeliharaan
Sepasang kekasih memohon limpahan kasih sayang
Pohon cinta tumbuh subur dan semakin dewasa
Akarnya semakin kuat dan pokoknya semakin kokoh
Daunnya semakin rimbun meneduhi
Pohon dewasa yang siap berbunga dan berbuah
Dalam jiwamu mulai tumbuh perasaan-perasaan baru
Tentang tujuan dan harapan pohon cinta
Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya
Engkau menjadi putik benih bagi hidup baru
Dan dia menjadi sari menghidupkan benih
Dalam jiwanya mulai tumbuh gagasan-gagasan baru
Tentang kedewasaan pohon cinta dan tujuan dan harapannya
Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya
Akankah dia menikmatinya bermusim-musim
Malam-malam berlalu tanpa jawab
Kegelisahanmu dan kegundahannya dipertemukan dalam diam
Engkau tidak tahu bagaimana memulai kata ungkapan tentang perasaanmu
yang baru
Dia tidak tahu bagaimana menceritakan gagasannya yang baru
Kedewasaanmu dan kedewasaannya mendapat ujian
Menghadapi kenyataan dengan terbuka dan jujur
Bermalam-malam berlalu dengan doa
Engkau dan dia berdoa
Ya Allah,
Bersihkanlah diriku, jernihkanlah pikiranku, beningkanlah hatiku
Tunjukkanlah kepadaku keyakinan yang benar
Pilihkanlah bagiku asal yang baik dan akhir yang baik
Sampai tiba waktunya
Engkau dan dia dikuatkan
Saling membuka dan bercerita tentang hal yang sama
Dan kalian saling tertawa tentang kekakuan beberapa masa sebelumnya
Kalian saling memantapkan harapan dan tujuan
Kalian saling mengingatkan tanggungjawab dan kenyataan hidup
Kalian saling setuju hidup bersekutu
Maka atas KehendakNYa kalian dipersatukan
Atas NamaNya kalian menjadi Suami Istri dengan kasih sayang
Berjanji saling menjaga dan mengingatkan tentang kebaikan
Saling melindungi dan mendukung dalam kehidupan
Dan hidup menjadi lebih nyata dan membahagiakan
Begitulah kalian menjalani hidup bersekutu
Bulan-bulan berlimpah kegembiraan dan kesenangan
Memadu kasih dengan bahagia tanpa kesedihan dan kegelisahan
Seolah-olah hanya kalian berdua yang ada di dunia
Lalu waktu berjalan semakin panjang
Dan hidup menjadi semakin nyata
Keriuhan dan gejolak hidup menampakkan wujudnya
Engkau mengandung anakmu yang pertama
Lalu seperti mendapat jiwa lain bersemayam dalam tubuhmu
Engkau dan dia merasakan ikatan yang batin
Suamimu bergembira dan menjadi semakin dewasa
Sembilan bulan engkau menjaga anak dalam kandunganmu
Dengan susah payah yang bertumpuk
Ada kalanya engkau menyimpan marah dan kesal
Ada kalanya engkau begitu gembira dan bahagia
Penuh syukur dan doa kepadaNya
Ketika tiba saatnya
Beban kandungan semakin memuncak
Punggungmu semakin berat dan payah
Pinggangmu semakin pegal dan sulit bernapas
Anakmu mengabarkan waktunya semakin dekat
Dan engkau melahirkannya dengan kesulitan dan berat
Antara rasa hidup dan mati yang menyakitkan
Suamimu menjagamu dan menguatkanmu
Ketika suara tangis bayi terdengar
Manusia baru telah lahir di tengah-tengah keluargamu
Dan engkau merasakan kebahagiaan yang tinggi
Memeluk bayi basah begitu merah
Jiwamu penuh dengannya dan jiwanya mengenalimu sebagai ibunya
Udara seperti penuh malaikat-malaikat suci
Menyambut dengan doa kehadiran anakmu
Membisikkan kepadamu harapan-harapan dan janji dari Tuhan
Hidupmu menjadi begitu berharga dan mulia
Dan mendapat tempat istimewa di surgaNya
Engkau menjadi ibu
Suamimu menjadi bapak
Engkaupun mengasuh dan memeliharanya
Dengan kasih sayang yang berlimpah
Jiwamu terikat dengan jiwanya
Air susu yang engkau minumkan kepadanya
Menjadi air jiwa bagi anakmu
Dan kebahagiaannya meminum air susumu
Menjadi tali yang tidak pernah putus bagimu
Kemanapun engkau bepergian
Yang ada dalam hati dan pikiranmu hanyalah wajah mungilnya
Maka bila tiba waktu pulang
Engkau bergegas dan cepat-cepat hendak sampai rumah
Di halaman engkau dengar tangisnya
Ia mencium aroma tubuhmu lewat angin
Hatimu tersayat-sayat penuh dengan rasa rindu bergumpal-gumpal di
dadamu
Air susumu menetes karenanya
Tidak sabar engkau angkat dan engkau cium wajahnya
Disambutnya engkau dengan senyum dari mulut mungil
Dan mata lucu yang merasa aman pelindungnya telah datang
Diusap-usapnya dengan kedua tangan mungil kulit wajahmu yang lekat di
wajahnya
Seolah-olah dapat dipastikan olehnya halus kulit wajahmu
Matanya semakin berbinar
Mendapati air susumu yang segar dan menyehatkan
Dan hatimu semakin bersinar
Kebahagiaan yang bertumpuk di atas kebahagiaan
Engkau lupakan semua lelah dan payah yang engkau jalani
Menungguinya bermalam-malam tanpa tidur
Ketika merengek ia basah oleh ompol atau kotoran
Ketika menangis ia tengah malam haus atau lapar
Waktu terus berjalan
Engkau melihat anakmu tumbuh berkembang
Belajar berguling dan menengkurapkan tubuhnya
Belajar merangkak dan berjalan
Dan mengucapkan kata-katanya yang pertama
Engkau mengajarinya memanggilmu ibu
Dan memanggil suamimu bapak
Engkau mengajarinya tentang alam
Api itu panas es itu dingin
Obat itu menyembuhkan racun itu mematikan
Engkau mengajarinya makan dan memakai baju
Menyisirkan rambutnya
Sambil bersenandung lagu kesukaannya
Dan menggumam betapa eloknya anakmu
Kesukaanmu kepadanya bertambah-tambah
Ikatanmu terhadapnya semakin kuatnya
Sedikit saja ia luka terjatuh atau tersayat pisau
Engkau begitu khawatirnya
Seolah-olah darah yang tumpah itu adalah darahmu sendiri
Dan kulitmulah yang tersayat atau luka
Begitu sayangnya engkau kepadanya
Sehingga yang engkau ucapkan adalah rasa marah
Yang lalu rasa sedihmu sebab telah memarahinya
Membuatmu menggendongnya dan mengusap lembut lukanya
Dengan obat yang paling lunak tetapi menyembuhkan
Engkau melihat anakmu tumbuh semakin dewasa
Dan menghadapi hidup dengan jalannya sendiri
Engkau semakin kesulitan menghadapinya
Seolah-olah ia tidak dapat mengerti keinginanmu
Dan engkau tidak lagi mengerti keinginannya
Ia hidup dengan teman-temannya sendiri
Berbicara sedikit denganmu dan dengan suamimu
Ia seolah-olah semakin jauh
Engkau bimbang dan gagap menghadapi dunianya yang berubah
Rasa cintamu kepadanya begitu ingin
Mengikatnya dalam rengkuhanmu
Mengamankannya dalam dekapanmu
Menggendong dan mengelus wajahnya seperti ketika ia kecil
Sedang gagasanmu tentang tantangan hidupnya begitu ingin
Membebaskannya melakukan pencarian
Mendukungnya tumbuh dan belajar menghadapi masa depannya
Melepaskannya untuk hidup dalam masanya
Sampai tiba waktunya ia benar-benar menjadi dewasa
Dan memahami duniamu dengan lebih leluasa
Dan engkau memahami dunianya dengan lebih lega
Percaya dan ikhlas tentangnya
Yakin karena engkau telah membimbingnya dengan benar
Maka engkau berdoa untuk anakmu setiap malam dalam sujud
Ya, Allah,
Tunjukkanlah kepada anakku jalan yang benar
Dekatkanlah ia kepada jalanMu
Bimbinglah ia, jagalah ia, lindungilah ia
Berikanlah kepadanya keteguhan dan keyakinan yang kuat
Tabahkanlah ia menghadapi hidup
Dan sabarkanlah kami dan bimbinglah kami orang tuanya
Ya Allah,
Kami berserah diri kepadaMu
Tiba waktu bagi anakmu menemukan kekasihnya
Seperti engkau ketika muda
Engkau begitu ingin melihat kekasihnya
Dililit rasa cemburu karena perhatiannya kepadamu
Tidak lagi seperti dahulu
Ia lebih banyak bersama kekasihnya daripada bersamamu
Dan ketika bersamamu
Ia lebih banyak bercerita tentang kekasihnya daripada tentangmu
Engkau merasa akan tiba waktunya
Dan ketika anakmu menikahi kekasihnya
Waktu pun tiba
Engkau berpisah dengannya
Anakmu menjalani hidup sendiri
Mendiami rumahnya sendiri
Bersama dengan istrinya seperti engkau dahulu
Dan hidupmu seolah-olah kesepian
Waktu terus berputar
Dan kalian berdua menjadi begitu tua
Rambut memutih dan tubuh melemah
Kenangan berjalan satu-satu di depan mata
Engkau menjadi memiliki kesadaran dan memahami
Hidup ini bisa begitu mudah atau rumit
Tergantung bagaimana engkau melihat dan menjalaninya
Sekarang engkau telah tua sehingga engkau melihat
Apa yang dahulunya engkau anggap
Sebagai kerumitan dan kesulitan yang besar
Ternyata hanyalah hal yang sederhana dan mudah saja
Ternyata engkau lahir bukan untuk bersiap-siap menghadapi hidup
Engkau lahir adalah untuk hidup dan menjalani hidup
Engkau lalu menjadi begitu pasrah dan ikhlas
Menerima waktu yang semakin habis
Tubuhmu menjadi sakit dan terbaring di dipan
Anak-anakmu yang dekat maupun yang jauh berdatangan
Berdoa dan memohonkan ampun di samping dipan
Mengantarkanmu memenuhi waktu terakhir
Sampai akhirnya engkau pergi meninggalkan dunia dengan tenang
Anak-anakmu bahagia
Melihatmu tersenyum dengan tenang di saat terakhir
Menandakan keberhasilanmu menjalani hidup
Mereka mendoakan
Hidupmu lebih bahagia dan tenang
Di alam yang lebih kekal
Mereka bangga terhadapmu.
~ Kahlil Gibran ~
Kata-kata indah dari sang penyair masyhur.....
sangat menyentuh

Minggu, 03 Februari 2013

SAATNYA PONDOK MENGIBARKAN PANJI-PANJI POLITIK ALA PESANTREN




Negara kita telah masyhur dengan beberapa kelebihan, baik dari keanekaragaman suku, agama dan budaya, keindahan gugusan pulau yang membentang dari sabang sampai merauke dan kekayaan sumber daya alamnya. Karena negara kita adalah termasuk negara yang dilalui oleh garis katulistiwa sehingga hutan negara kita tumbuh rindang. Bahkan seorang pujangga dari negara jiran menyatakan bahwa hutan indonesia adalah layaknya paru paru dunia dan penghasil oksigen terbesar didunia, maka andai kata hutan negara kita habis terbakar maka akan berpengaruh pada hawa dunia. Selain itu tanah negara kita pun terkenal sangat subur, tidak ada yang bisa menandingi kesuburan tanah negara kita. hingga terdapat perumpamaan jika tongkat di tancapkan di tanah negara kita maka akan menjadi pohon.
Disisi lain kekayaan indonesia ternyata tidak mampu menjadikan indonesia bisa mengalahkan kejayaan dan keadidayaan amerika serikat yang tanahnya gersang dan panas. Selain itu di lihat dari segi jumlah penduduknya, penduduk indonesia jauh lebih banyak dari pada Amerika serikat. Raja dangdut bang roma irama pada tahun 1980an pernah mendendangkan nyanyiannya “ 145 juta penduduk indonesia “ jika sekarang kita sudah berada di penghujung tahun 2012 maka alangkah banyaknya penduduk negri kita saat ini !! maka tidak heran jika jumlah penduduk indonesia menempati urutan ke 4 dari rekor negara yang mempunyai penduduk terbanyak di dunia.
Sudah saya singgung berkali kali bahwa problem indonesia sebenarnya bukanlah karena SDA ( sumber daya alamnya ) tetapi karena kwalitas SDM ( sumber daya manusia ) negri kita yang kurang kita perhatikan. Maka percuma jika negara kita kaya akan SDA tapi SDM kita tidak bisa memaksimalkannya, akhirnya bangsa kitalah yang dijadikan bal balan oleh negara lain yang lebih bisa mencari peluang peluang bisnis dinegara kita.  Sebenarnya dahulu indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di asia, tetapi semua itu saat ini tinggallah kenangan. Indonesia kini mengalami berbagai kemerosotan dalam segala bidang terutama dalam bidang pendidikan terbukti dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan dinegara ini tetapi tidak semakin banyak orang yang memperdulikan dengan kondisi negri kita. Karena Pelajar yang telah diberi kesempatan untuk merasakan bangku sekolah malah menyia nyiakannya selain itu Anggaran dana pendidikan negara kita Juga lebih kecil nominalnya dari pada negara-negara lain.  Dalam bidang perekonomian, masih banyak pemuda negara kita yang masih menjadi pengangguran walaupun sebagian dari mereka telah menyandang status sarjana, sedangkan yang telah diberi kesempatan untuk berkerja malah berlaku curang dan menindas yang lemah. dan dalam bidang kepolitikan, pemilihan pemipin negara ini masih banyak diwarnai kecurangan kecurangan dan lebih mementingkan kepentingan golongannya masing masing. Sedangkan yang telah menjadi seorang pemimpin malah menjadikan jabatannya sebagai profesi bukan sebagai bentuk pengabdian, sehingga bagi yang tidak didasari dengan kuatnya iman, akhirnya berbagai macam aksi yang curang pun mereka lakukan layaknya korupsi dan lain sebagainya .
Melihat banyaknya permasalahan yang dihadapi negara kita, maka saya menilai bahwa kini saatnya kita mencari lembaga pendidikan yang bisa mencetak kader kader pemimpin masa depan yang “ wani mlarat demi kepentingan umat “  yaitu lebih mementingkan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi. Dan pesantren lah jawaban yang paling tepat karena sejarah kemerdekaan negara kita juga tidak lepas dari peran lembaga tertua di indonesia sebagai pusat pengkaderan pemimpin terbukti dengan banyaknya tokoh kemerdekaan yang ternyata jebolan dari pesantren. Dan dengan berlandaskan pada “ Al muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu ‘ala jadidil aslah” pesantren pun sanggup memecahkan segala problematika masyarakat saat ini, karena seorang santri adalah satu satunya embrio cikal bakal ulama’ yang akan meneruskan warisan Nabi. Dan sesuai dengan sifat Nabi yang luwes dan tegas pula, seorang santri juga di tuntut untuk merefleksikannya. Luwes dalam artian tidak terlalu ekstrem dan keras terhadap hal hal yang tidak ada nash dan dalilnya. Tegas dalam artian tanggap dan kritis. Maka wajar jika sekarang banyak musyawaroh dan bahstul masail bermunculan di beberapa pesantren, hal itu sebagai bukti bahwa santri bukanlah individu yang cuek dan acuh terhadap permasalahan masyarakat, tetapi sebisa mungkin mengkorelasikan antara kehidupan kekinian dengan rambu-rambu agama walaupun hasil dari musyawaroh dan bahtsul kutub tidak selamanya diterima masyarakat, maka santri juga dituntut untuk jeli dalam mempertimbangkan hasil musyawaroh yang telah disepakati karena disadari ataupun tidak seorang santri cenderung akan melihat dari sisi madhorot ( kerugian ) dan manfaatnya yang akan di timbulkan jauh pada masa yang akan datang, berbeda dengan non santri yang cenderung memandang suatu permasalahan pada saat ini atau pada waktu yang relatif sangat singkat.
Pemaparan diatas menjadi semakin jelas bahwa negara ini membutuhkan pemimpin yang mempunyai pengetahuan agama yang cukup sehingga sanggup mengabdi untuk rakyat dan sanggup memajukan negara dengn memikirkan dari segi madhorot dan manfaatnya. Adapun cara dan jalan untuk menembus menjadi seorang pemimpin adalah harus dengan jalan politik.  Walaupun saat ini dunia politik terkenal dengan dunia yang harus dijauhi karena penuh dengan tipu daya dan jalan kotor, tetapi perlu kita ketahui bahwa dalam bahasa arab politik adalah siyasah yang dulu dikenal dengan cara cerdas untuk mengurusi urusan masyarakat, Namun hakikat politik semakin pudar saat terjadi kebiasaan umum masyarakat yang beraqidah sekularisme baik muslim ataupun non muslim, yang dalam Perkataan dan perbuatannya menyimpang dengan kebenaran islam, sehingga politik pun seakanakan harus dijauhi oleh agama islam, sebab orang yang faham agama adalah orang yang takut kepada Alloh sehingga tidak cocok untuk berkecimpung di dunia politik yang dusta, dholim dan penuh dengan penghianatan. Maka kita sebagai kaum santri yang sudah mengetahui hal tersebut harus segera menghidupkan fikiran kita agar bisa segera memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hakikat dari politik dengan tujuan untuk membersihkan politik dari perkara-perkara yang kotor dan keji dan untuk mencegah politisi yang betindak sewenang wenang. Kaum santri juga harus siap berpolitik dengan cara menjadi politisi yang jujur, terbuka, amanah dan peduli umat.Karena agama adalah sebagai kendali atau rem dalam berpolitik.
Sehingga saya menghimbau kepada para santri untuk memilih calon calon pemimpin yang jebolan pondok pesantren, atau memilih partai politik yang siap dikuasai oleh pondok  dan jajaran pengurusnya adalah dari kalangan santri.  Maka dari itu bagi kaum santri diharap untuk segera mempersiapkan diri, dengan berbekal pada pengetahuan umum yang cukup, ketrampilan, pengetahuan agama yang telah digembleng di pondok pesantren dan otak hidup. Saya yakin dalam beberapa tahun kedepan estafet kepemimpinan negara ini akan jatuh ditangan kaum santri baik pada tingkat pemerintahan pusat ataupun daerah. Wallohu’alam

INDONESIAKU BERDUKA



Kucuran air mata tak henti-hentinya mengalir deras di pelupuk mata sang bunda pertiwi,menandakan kesedihan yang mendalam akan pertunjukan alam yang tak henti-hentinya mempertontonkan kehebatannya.Helaan nafas panjang sang bunda pertiwi, menambahkan daftar panjang kekesalannya akan bencana yang seakan-akan berlomba-lomba menunjukkan siapakah yang terkuat diantara mereka.Mulai dari laut yang mempersembahkan kehebatannya menyapu daratan yang mana  dengan sekali hempasan ombaknya saja,berhasil memusnahkan beribu-ribu jiwa di nangro aceh Darussalam pada akhir tahun 2004,Sampai dengan gunung-gunung yang telah lama mematung juga tak mau kalah untuk mempertontonkan keahliannya dengan mengutus merapi dan bromo sebagai perwakilan mereka,Bahkan bumipun yang merasakan dirinya telah berumur malah menjadi pendaftar pertama dalam pertunjukan tersebut,hal itu terbukti dengan adanya gempa flores pada tahun 1992 sampai dengan gempa Jogjakarta pada tahun 2006 yang mengakibatkan beribu-ribu nyawa melayang.

Betapa rentetan pertunjukan tersebut telah menambah angka kemelaratan dan kemiskinan di negri kita.Mungkin jika kita teliti dari letak geologi Indonesia,sebenarnya Negara kita memang termasuk wilayah yang rawan terjadi gempa karena berada di antara patahan lempeng bumi selain itu perubahan lapisan bumi juga diakibatkan pengeksploitasan hasil bumi yang terlalu berlebihan tetapi tanpa kita sadari di balik semua itu terdapat gejala-gejala metafisika (non fenomenal) yang mengiringi setiap pertunjukan bencana alam Indonesia,Sebagaimana firman alloh pada surat Asy-syura:30:
30. dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Ayat di atas telah jelas menyatakan jika bencana alam yang selama ini terjadi,bukanlah di sebabkan letak geologi alam Indonesia saja tetapi,juga karena ulah jail manusia yang hanya mementingkan dirinya tanpa memikirkan akibat jangka panjang yang disebabkan ulah mereka.Hal tersebut dapat di buktikan dengan kutipan hadist Rosululloh yang diriwayatkan oleh sayyidina ali bin abi tholib: Rosululloh bersabda:”Apabila umatku telah melakukan lima belas perkara,maka halal baginya(layaknya)ditimpakan kepada mereka bencana”.Ditanyakan apakah lima belas perkara tersebut wahai Rosululloh?Rosululloh bersabda:”Apabila 1).Harta Rampasan perang(maghnam)tidak di bagikan sebagaimana mestinya 2).Amanah (barang amanah) dijadikan sebagai sumber kekayaan atau penghasilan 3).Zakat di anggap sebagai beban(denda) 4.Suami menjadi budak istrinya 5).Mendurhakai ibu 6).Mengutamakan sahabatnya 7).Berbuat zalim kepada ayahnya 8)Terjadi kebisingan di dalam masjid 9).Orang-orang hina,rendah,dan bejat moralnya menjadi pemimpin umat( masyarakat) 11). Minuman keras (khamer) tersebar merata dan menjadi kebiasaan 12).Laki-laki telah memakai pakaiansutra 13).Penyanyi dan penari wanita bermunculan dan dianjurkan 14).Alat-alat music merajalela dan menjadi kebanggaan atau kesukaan 15).Generasi akhir umat ini mencela dan mencerca generasi pendahulunya.Apabila telah berlaku perkara-perkara tersebut,Maka tunggulah datangnya malapetaka berupa:Taufan merah(kebakaran),Tenggelam kedalam bumi (gempa bumi),dan perubahan-perubahan atau penjelmaaan-penjelmaan dari satu bentuk kebentuk yang lain.
Kontekstualitas makna hadist di atas adalah Rosululloh mengabarkan bahwa ada 15 perbuatan manusia yang bisa mengundang datangnya musibah.Mari kita perinci satu persatu:
1.      Harta rampasan perang tidak ayat imam tirmidzi dari sayyidina alia ia nesiadi bagikan semestinya.jika kita implementasikan dengan keadaan saat ini maka bisa kita qiyaskan dengan harta rakyat maksudnya para pejabat yang menyalahgunakan pendapatan Negara yang telah dianggar untuk di berikan kepada rakyat miskin.
2.      Amanah (barag amanah)dijadiak sebagai sumber kekayaan atau penghasilan.Yaitu orang-orang yang di percaya bisa mengemban amanah malah menjadikan amanah tersebut sebagai sumber kekayaan.Sebenarnya amanah disini bukan hanya benda tetapi istripun bisa di katakana sebagai amanah,dan jika kita lihat saat ini sudah banyak suami yang menjadikan istri sebagai alat untuk mencari kekayaan.Na’udzu billahi mindzalik
3.      Zakat di anggap sebagai beban.Zakat dalam makna yang lebih luas bisa di analogkan dengan iuran wajib(SPP).Yang mana saat ini kebanyakan orang mengeluarkan zakat(iuran wajib) dengan berat hati sedangkan mereka mau menikmati fasilitas yang ada.Bahkan zakat di katakana sebagai penyebab dari berkurangnya harta padahal jika kita menilai dari firman Alloh pada surat Ibrahim ayat 7:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Dari ayat di atas menyebutkan bahwa zakat adalah sebagai wujud rasa syukur seorang hamba kepada Alloh yang mana dengan menyisihkan sedikit hartanya untuk zakat maka Alloh tidak akan menguranginya tetapi malah akan memberi ganti dengan melipat gandakan harta zakat tersebut.
4.      Suami menjadi budak istri.Sebagaimana saat ini cinta suamai kepada istri melebihi cintanya pada Alloh.Bahkan suami rela mendurhakai ibunya demi menuruti kemauan istri.
  Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.“at taubah:24”
5.      Mendurhakai ibu.Kita tahu bahwa ibulah yang telah melahirkan kita,beliau susah payah membesarkan kita tetapi malah kita mendurhkai beliau.Durhaka disini bisa diartikan menyakiti hatinya seperti berkata-kata kasar padanya atau fisiknya.
6.      Mengutamakan sahabat.mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri memang sangat di anjurkan tetapi jika lebih mengutamakan sahabat dari pada orang tua,sampai mendurhakai orang tua ataupun membohonginya hanya demi kebahagiaan sahabatnya itulah yang dilarang.
7.      Berbuat zalim kepada ayah.Ayah memang mempunyai tingkatan di bawah ibu tetapi mengutamakan ayah juga harus kita utamakan.Saat ini banyak sekali anak yang menelantarkan orang tuanya yang seharusnya mendapatkan kebahagiaan di hari tuanya.
8.      Terjadi kebisingan di dalam masjid.Masjid seharusnya di gunakan sebagai sarana beribadah tetapi saat ini masjid-masjid malah di jadikan sarana untuk jual beli sehingga terjadi keramaian di masjid.
9.      Orang-orang hina,rendah dan bejat moralnya menjadi pemimpin.Kenyataan yang memang tak bisa terbantahkan,baik dari pemimpin negara sampai pemimpin rakyat pun jika mempunyai akhlaq yang kurang baik pasti rakyatpun akan menirunya.Mungkin inilah yang terjadi di Indonesia saat ini.
10.  Seseorang di hormati karena takut dengan kejahatannya.Takut memang bisa membuat seseorang tunduk pada sesuatu yang di takuti,maka pantaslah jika Alloh berkali-kali menurunkan ayat yang bertujuan untuk mengingatkan agar selalu takut(Taqwa) kepada Alloh.Tetapi jika rasa hormat kita kepada orang lain bukan karena wibawa seseorang dan lebih pada kejahatannya maka nilainya akan lebih randah dan
11.  Minuman keras menjadi kebiasaan.Minuman keras di sini bukan hanya Alkohol saja tetapi Sabu-sabu,Narkotika,ganja,bir ataupun heroin juga dikatagorikan sebagai minuman keras.Bagi kita mungkin barang-barang tesebut bukanlah hal yang asing di telinga kita karena bukan hanya kaum berduit saja yang bisa menikmati minuman keras dan obat-obatan terlarang tersebut,Tetapi
12.  Laki-laki telah memakai pakaian sutra.Sutra yang nyatanya di larang bagi laki-laki untuk memakainya malah sekarang para kaum adam tersebut begitu bangga memakainya.
13.  Penyanyi dan penari wanita di anjurkan.Berbagai acara yang menghiasi negri ini baik acara pernikahan,peringatan ulang tahun ataupun kampanye politik seringkali di hiasi dengan orkes yang melibatkan banyak penyanyi dan penari seksi mengumbar auraotnya,Ironisnya lagi,mereka lebih di mulyakan dari pada para ulama’.Terbukti dengan antusias masyarakat yang rela berdesakan hanya untuk menyaksikan para penyanyi beraksi,bahkan tak jarang banyak korban berjatuhan hanya karena ingin melihat pertunjukan artis pujaan.Disisi lain masjid-masjidpu sepi
14.  Alat-alat music merajalela.
15.  Generasi muda mencela generasi pendahulunya.

Solusinya Hanya dengan Bertaubat pada alloh

Hauriya hasna