Kucuran air mata tak henti-hentinya
mengalir deras di pelupuk mata sang bunda pertiwi,menandakan kesedihan yang
mendalam akan pertunjukan alam yang tak henti-hentinya mempertontonkan
kehebatannya.Helaan nafas panjang sang bunda pertiwi,
menambahkan daftar panjang kekesalannya akan bencana yang seakan-akan
berlomba-lomba menunjukkan siapakah yang terkuat diantara mereka.Mulai dari laut yang mempersembahkan kehebatannya
menyapu daratan yang mana dengan sekali
hempasan ombaknya saja,berhasil
memusnahkan beribu-ribu jiwa di nangro aceh Darussalam pada akhir tahun 2004,Sampai
dengan gunung-gunung yang telah lama mematung juga tak mau kalah untuk
mempertontonkan keahliannya dengan mengutus merapi dan bromo sebagai perwakilan
mereka,Bahkan bumipun yang merasakan dirinya telah berumur malah menjadi
pendaftar pertama dalam pertunjukan tersebut,hal itu terbukti dengan adanya
gempa flores pada tahun 1992 sampai dengan gempa Jogjakarta pada tahun 2006
yang mengakibatkan beribu-ribu nyawa melayang.
Betapa rentetan pertunjukan tersebut
telah menambah angka kemelaratan dan kemiskinan di negri kita.Mungkin jika kita
teliti dari letak geologi Indonesia,sebenarnya Negara kita memang termasuk
wilayah yang rawan terjadi gempa karena berada di antara patahan lempeng bumi
selain itu perubahan lapisan bumi juga diakibatkan pengeksploitasan hasil bumi
yang terlalu berlebihan tetapi tanpa kita sadari di balik semua itu terdapat
gejala-gejala metafisika (non fenomenal) yang mengiringi setiap pertunjukan bencana
alam Indonesia,Sebagaimana firman alloh pada surat Asy-syura:30:
30.
dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu).
Ayat di atas telah jelas menyatakan jika bencana alam yang selama ini
terjadi,bukanlah di sebabkan letak geologi alam Indonesia saja tetapi,juga
karena ulah jail manusia yang hanya mementingkan dirinya tanpa memikirkan
akibat jangka panjang yang disebabkan ulah mereka.Hal tersebut dapat di
buktikan dengan kutipan hadist Rosululloh yang diriwayatkan oleh sayyidina ali
bin abi tholib: Rosululloh bersabda:”Apabila umatku telah melakukan lima
belas perkara,maka halal baginya(layaknya)ditimpakan kepada mereka bencana”.Ditanyakan
apakah lima belas perkara tersebut wahai Rosululloh?Rosululloh bersabda:”Apabila
1).Harta Rampasan perang(maghnam)tidak di bagikan sebagaimana mestinya
2).Amanah (barang amanah) dijadikan sebagai sumber kekayaan atau penghasilan
3).Zakat di anggap sebagai beban(denda) 4.Suami menjadi budak istrinya
5).Mendurhakai ibu 6).Mengutamakan sahabatnya 7).Berbuat zalim kepada ayahnya
8)Terjadi kebisingan di dalam masjid 9).Orang-orang hina,rendah,dan bejat
moralnya menjadi pemimpin umat( masyarakat) 11). Minuman keras (khamer)
tersebar merata dan menjadi kebiasaan 12).Laki-laki telah memakai pakaiansutra
13).Penyanyi dan penari wanita bermunculan dan dianjurkan 14).Alat-alat music
merajalela dan menjadi kebanggaan atau kesukaan 15).Generasi akhir umat ini
mencela dan mencerca generasi pendahulunya.Apabila telah berlaku
perkara-perkara tersebut,Maka tunggulah datangnya malapetaka berupa:Taufan
merah(kebakaran),Tenggelam kedalam bumi (gempa bumi),dan perubahan-perubahan
atau penjelmaaan-penjelmaan dari satu bentuk kebentuk yang lain.
Kontekstualitas makna hadist di atas adalah Rosululloh mengabarkan bahwa
ada 15 perbuatan manusia yang bisa mengundang datangnya musibah.Mari kita perinci
satu persatu:
1. Harta rampasan perang tidak di bagikan
semestinya.jika kita implementasikan
dengan keadaan saat ini maka bisa kita qiyaskan dengan harta rakyat maksudnya
para pejabat yang menyalahgunakan pendapatan Negara yang telah dianggar untuk di
berikan kepada rakyat miskin.
2. Amanah (barag amanah)dijadiak sebagai sumber kekayaan
atau penghasilan.Yaitu
orang-orang yang di percaya bisa mengemban amanah malah menjadikan amanah
tersebut sebagai sumber kekayaan.Sebenarnya amanah disini bukan hanya benda
tetapi istripun bisa di katakana sebagai amanah,dan jika kita lihat saat ini sudah
banyak suami yang menjadikan istri sebagai alat untuk mencari kekayaan.Na’udzu
billahi mindzalik
3. Zakat di anggap sebagai beban.Zakat dalam makna yang lebih luas bisa di analogkan
dengan iuran wajib(SPP).Yang mana saat ini kebanyakan orang mengeluarkan
zakat(iuran wajib) dengan berat hati sedangkan mereka mau menikmati fasilitas
yang ada.Bahkan zakat di katakana sebagai penyebab dari berkurangnya harta
padahal jika kita menilai dari firman Alloh pada surat Ibrahim ayat 7:
Dan (ingatlah juga), tatkala
Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka
Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Dari ayat di atas menyebutkan bahwa zakat adalah
sebagai wujud rasa syukur seorang hamba kepada Alloh yang mana dengan
menyisihkan sedikit hartanya untuk zakat maka Alloh tidak akan menguranginya
tetapi malah akan memberi ganti dengan melipat gandakan harta zakat tersebut.
4. Suami menjadi budak istri.Sebagaimana saat ini cinta suamai kepada istri melebihi cintanya pada
Alloh.Bahkan suami rela mendurhakai ibunya demi menuruti kemauan istri.
“ Katakanlah:
"Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri
kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari
Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang fasik.“at taubah:24”
5. Mendurhakai ibu.Kita tahu bahwa ibulah yang telah melahirkan kita,beliau susah payah membesarkan
kita tetapi malah kita mendurhkai beliau.Durhaka disini bisa diartikan
menyakiti hatinya seperti berkata-kata kasar padanya atau fisiknya.
6. Mengutamakan sahabat.mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri memang sangat di anjurkan
tetapi jika lebih mengutamakan sahabat dari pada orang tua,sampai mendurhakai
orang tua ataupun membohonginya hanya demi kebahagiaan sahabatnya itulah yang
dilarang.
7. Berbuat zalim kepada ayah.Ayah memang mempunyai tingkatan di bawah ibu tetapi mengutamakan ayah
juga harus kita utamakan.Saat ini banyak sekali anak yang menelantarkan orang
tuanya yang seharusnya mendapatkan kebahagiaan di hari tuanya.
8. Terjadi kebisingan di dalam masjid.Masjid seharusnya di gunakan sebagai sarana beribadah
tetapi saat ini masjid-masjid malah di jadikan sarana untuk jual beli sehingga
terjadi keramaian di masjid.
9. Orang-orang hina,rendah dan bejat moralnya menjadi
pemimpin.Kenyataan yang memang tak bisa terbantahkan,baik dari
pemimpin negara sampai pemimpin rakyat pun jika mempunyai akhlaq yang kurang
baik pasti rakyatpun akan menirunya.Mungkin inilah yang terjadi di Indonesia
saat ini.
10. Seseorang di hormati karena takut dengan kejahatannya.Takut memang bisa membuat seseorang tunduk pada
sesuatu yang di takuti,maka pantaslah jika Alloh berkali-kali menurunkan ayat
yang bertujuan untuk mengingatkan agar selalu takut(Taqwa) kepada Alloh.Tetapi
jika rasa hormat kita kepada orang lain bukan karena wibawa seseorang dan lebih
pada kejahatannya maka nilainya akan lebih randah dan
11. Minuman keras menjadi kebiasaan.Minuman keras di sini bukan hanya Alkohol saja tetapi
Sabu-sabu,Narkotika,ganja,bir ataupun heroin juga dikatagorikan sebagai minuman
keras.Bagi kita mungkin barang-barang tesebut bukanlah hal yang asing di
telinga kita karena bukan hanya kaum berduit saja yang bisa menikmati minuman
keras dan obat-obatan terlarang tersebut,Tetapi
12. Laki-laki telah memakai pakaian sutra.Sutra yang nyatanya di larang bagi laki-laki untuk
memakainya malah sekarang para kaum adam tersebut begitu bangga memakainya.
13. Penyanyi dan penari wanita di anjurkan.Berbagai acara yang menghiasi negri ini baik acara
pernikahan,peringatan ulang tahun ataupun kampanye politik seringkali di hiasi
dengan orkes yang melibatkan banyak penyanyi dan penari seksi mengumbar
auraotnya,Ironisnya lagi,mereka lebih di mulyakan dari pada para
ulama’.Terbukti dengan antusias masyarakat yang rela berdesakan hanya untuk
menyaksikan para penyanyi beraksi,bahkan tak jarang banyak korban berjatuhan
hanya karena ingin melihat pertunjukan artis pujaan.Disisi lain masjid-masjidpu
sepi
14. Alat-alat music merajalela.
15. Generasi muda mencela generasi pendahulunya.
Solusinya
Hanya dengan Bertaubat pada alloh
Hauriya hasna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar