Sebuah Catatan
Karena Taqdir Hanya Alloh Yang Tahu
Oleh; Isyfie 'Abdun Dho'ifah
Taqdir. Mungkin itulah yang selalu membuat kita penasaran. Entah, tentang berapa lama masa kita bertahan hidup. Sandang pangan telah Allah swt siapkan untuk kita atau seorang yang akan mendampingi hidup kita di muka bumi ini.
Dan sekarang mungkin saatnya aku yang hanya seorang hamba menyerahkan segala taqdir itu pada Sang Maha Karya tanpa meninggalkan semangat ikhtiyar untuk meraih apa yang ada dalam angan-anganku.
Mungkin hatiku saat ini telah dikuasai oleh seorang pujangga yang sangat berharga bagiku. Tapi mulai saat ini,hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini aku pasrahkan semua pada Sang Pemberi Nafas Kehidupan.
Aku memang amat sangat mencintainya. Cintaku padanya adalah cinta tulus, setulus aku mencintai Allah swt sebagai Tuhanku dan Rasululloh saw sebagai Rosulku. Namun, Allah Yang Maha Tahu dengan siapa aku esok akan hidup.
Terima kasih Ya Allah, Engkau telah anugrahkan rasa cinta ini dalam sanubariku. Engkaulah yang telah menempatkan dalam hatiku, seseorang yang begitu istimewa.
Aku sangat mengharapkannya, tapi Engkaulah Pentaqdir segalanya.
Hadzal Maqolah Li Syamsun Alladzi Yaskunu Fi Somami Qolbi.
05 Maret 2011 jam 12:47.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar