Jumat, 04 November 2011

Kafe sufi

Puasakah Kita?
karya yang telah isyna tulis sejak 2 bulan yang lalu..
akhirnya sempat juga masukin k blog q...

La’allakum tattaqun penggalan ayat tersebut mengisyaratkan bahwa tujuan awal dari segala ibadah yang wajib di tunaikan oleh seluruh umat Muahammad adalah karena rasa takut meninggalkan perintah Alloh dan kekhawatiran menjalankan laranganNya (Simpelnya Lillahi ta’ala) yang mana Taqwa sendiri adalah sebagai sarana untuk mendapatkan derajat magbul(di terima disisi Alloh).Sekarang mengacalah pada diri kita?Sudahkah kita menjadikan setiap ibadah yang kita jalani dengan tujuan hanya karna Alloh semata?
Sebenarnya jika kita mau memaksimalkan fikiran kita untuk meneliti pada setiap kejadian-kejadian di dunia,pasti kita menemukan sinergi Lahir dan batin yang tersimpan pada setiap kejadian-kejadian tersebut,tak terkecuali Ibadah karena hakikat dari setiap ibadah entah berupa sholat,puasa,zakat ataupun haji,pasti mempunyai kulit (baca:lahir) yang bisa di nilai dari gerak gerik tubuh semata sebagai formalitas agar bisa mendapatkan pengakuan dari orang lain dan isi (baca:batin) yang tersimpan dalam hati tanpa bisa terlihat oleh panca indera,tetapi justru isilah sebagai penyumbang terbesar kesuksesan seorang hamba di hadapan Alloh.Sekarang manakah sekiranya yang kita pilih kulitkah?atau isikah?
Mungkin Contoh kecil ini bisa membantu menyadarkan kita bahwa begitu besar makna di balik ayat Al-qur’an”Afala ta’qilun”(apakah engkau tak pernah berfikir), jika kita ambil puasa sebagai sampel.Mulai dari kata Nawaitu shouma ghodin sekilas rangkaian niat tersebut mengingatkan kita pada bulan suci ramadhan yang mana pada bulan tersebut kita sebagai hamba yang bertaqwa wajib menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh sebagai ajang pengekangan kita pada nafsu yang kerap kali di jadikan sebagai fasilitas syetan untuk menjerumuskan manusia.Rangkaian niat yang kerap kita ucapkan ba’da sholat terawih tersebut merupakan satu dari sekian proses menuju puasa yang sah sebelum menghadapi siang dengan terus menahan haus,lapar dan meninggalkan perbuatan maksiat seperti:iri,dengki,ghibah dan berbohong,hingga hilangnya mentari dari bumi.selain itu niat tersebut juga sebagai jembatan kita untuk memantapkan hati yang mungkin kerap kali di hinggapi keraguan sehingga selain lisan yang wajib mengikrarkan niat,hatipun juga harus mengukuhkan tujuan yang sama dengan lisan.Selain kewajiban Shoim(orang yang berpuasa) untuk menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa,kita juga di anjurkan untuk memanfaatkan setiap detik waktu kita pada bulan tersebut untuk mengabdikan diri sepenuhnya pada Alloh dengan memberikan porsi waktu lebih untuk beribadah padaNya.Karena hakikat dari puasa adalah kosong dan kosong itu berisi (di kutip dari esai sholihuddin) maksudnya puasa memang mengosongkan tubuh dari nafsu entah nafsu berupa makan,minum ataupun bersetubuh akan tetapi kekosongan itulah yang membuat kita bisa memenuhi setiap waktu kita untuk lebih memusatkan kosentrasi kita pada Alloh apalagi syetan-syetan sebagai sopir utama,telah terbelenggu.Maka pantaslah jika puasa bertujuan sebagai self controlling passion(menahan diri dari hawa nafsu).Tetapi suatu keanehan yang hampir tidak pernah kita fikirkan manakala bulan suci tersebut kerap kali di hiasi dengan kejadian-kejadian yang melanggar syari’at islam apakah mereka menciptakan syetan dalam spesies mereka sendiri?. Menurut Imam ghozali ada beberapa tingkatan yang patut di sematkan pada seorang shoim yang mana tingkatan-tingkatan tersebut di nilai dari kemampuannya pengendalian dirinya,diantaranya yaitu:Puasa yang hanya raganya saja tanpa mengikutkan lahirnya untuk berpuasa (puasa formalitas) yang hanya ingin mendapatkan legalitas sebagai orang yang berpuasa dengan menyibukkan diri saat berbuka dan sahur dalam artian menahan diri dari makan,minum dan bersetubuh saja.Inilah puasanya orang awam atau di sebut dengan puasa umum. Selanjutnya Puasa Khusus yaitu puasanya orang-orang yang sholeh yang mana selain menahan diri dari makan,minum dan bersetubuh juga menahan anggota badan dari melakukan dosa-dosa.Yang mana kesempurnaan puasa orang khusus itu dapat di raih dengan memenuhi 6 perkara,diantaranya:
1) Menahan pandangan dari sesuatu yang dapat menyibukkan hati dan melalaikan diri dari Alloh.Sebagaimana sabda rosululloh”5 hal yang bisa mebatalkan orang yang berpuasa yaitu:dusta,menggunjing,mengumpat,sumpah dusta dan melihat dengan syahwat”
2) Memelihara lidah dari berbicara tanpa arah,dusta,dan berkata kasar bisa dikatakan puasa lidah.Dalam hal ini Nabi ber sabda”puasa it perisai,apabila salah seorang dari padamu berpuasa maka janganlah berkata keji dan berdusta.Jika ada seseorang yang mengumpatmu maka katakanlah sesungguhnya saya sedang berpuasa”
3) Menjaga pendengaran dari sesuatu yang makruh,karena sesuatu yang haram di ucapkan juga haram di dengar
4) Menahan seluruh anggota badan dari sesuatu yang makruh seperti menahan dari makanan yang haram tetapi berbuka dengan makanan yang haram.
5) Tidak memperbanyak makanan yang halal pada waktu berbuka karena tidak ada satu tempatpun yang paling di benci oleh Alloh kecuali perut yang di penuhi dengan makanan yang halal.
6) Setelah berbuka hendaknya hatinya khawatir karena tidak mengetahui antara di
terima atau tidak puasanya
Dan puasa Khususul Khusus adalah puasanya hati dari belenggu duniawi dan mencegah hati dari fikiran yang selain Alloh dan puasa ini akan batal dengan mengngat selain alloh
Sebenarnya begitu melimpah efek yang di dapat dari berpuasa selain sebagai sarana meliburkan alat pencernaan dari aktivitas memeras inti sari makanan yang masuk ke dalam tubuh.Puasa juga termasuk amaliyah yang di istimewakan oleh alloh terbukti dengan adanya hadist rosululloh”setiap kebaikan itu dengan sepuluh kelipatannya sampai tujuh ratus kelipatan kecuali puasa,Sesungguhnya puasa itu untukku dan aku membalasnya” Imam ghozali juga berpendapat bahwa nilai puasa bagaikan separoh kesabaran dan sabar adalah separuh iman.Apalagi puasa sebagai ibadah yang diwajibkan juga bisa menjadi pengingat bagi orang yang mampu agar pernah merasakan lapar layaknya orang miskin yang pernah menahan haus dan lapar karna tak ada sedikitpun makanan yang bisa di jadikan mengganjal perutnya.red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar