Renungkanlah hakikat seorang pemimpin umat
Waktu terus berjalan dan takkan berhenti sedetikpun dan seiring dengan bertambahnya waktu marilah sejenak kita mengingat tentang semangat juang yang dimiliki pleh seorang pemegang obor kebenaran,pemberi syafa’at kelak,beliaulah Rosululloh Muhammad SAW.Beliau adalah nabi terakhir yang bertugas untuk menyempurnakan nabi-nabi dan rosul-rosul terdahulu tetapi sempatkah kita bertanya-tanya setelah Rosululloh wafat,Siapakah sebenarnya pemegang estafet kepemimpinan islam?Apakah system pemilihan pemimpin pada waktu itu sama dengan saat ini?
Sahabat adalah umat islam yang pernah hidup di masa Rosululloh,di tangan merekalah amanat untuk meneruskan perjuangan para nabi-nabi dan rosul-rosulnya di berikan.Sebagaimana dalam maqolah “Sahabat-sahabatku bagaikan bintang dengan siapapun kalian berpegang teguh kalian pasti akan mendapatkan petunjuk”
Mungkin ketika kita membahas tentang sahabat pasti tidak asing lagi dengan istilah”Khulafa’ur Rosyidin”,jajaran pemimpin para sahabat yang gigih nan tangguh.Diantaranya:
1. Kholifah Abu Bakar yang terkenal dengan gelar As-siddiq (yang dapat di percaya).Pada pemerintahan beliaulah Al-qur’an pertama kali di kumpulkan dalam satu mushaf dengan indikasi karena pada zaman beliau banyak diantara para khafidhoh yang meninggal dalam perang yamamah.
2. Kholifah Umar Bin Khottob yang terkenal dengan gelar Al-faruq(pembeda )Walaupun dalam kepemimpinannya beliau lebih mementingkan perluasan wilayah islam hingga ke eropa tetapi tanpa kita ketahui ternyata beliaulah penggagas pertama pengumpulan Al-qur’an pada masa kholifah abu bakar karna rasa prihatin beliau pada tulisan ayat-ayat Al-qur’an yang berserakan di kulit binatang.pelepah kurma hingga d tulang-tulang binatang.
3. Kholifah Usman bin Affan adalah sahabat nabi dan juga khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin. Beliau dikenal sebagai pedagang kaya raya dan ekonom yang handal namun sangat dermawan. Banyak bantuan ekonomi yang diberikannya kepada umat Islam di awal dakwah Islam. Ia mendapat julukan Dzunnurain yang berarti yang memiliki dua cahaya. Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah Saw yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.
4. Kholifah Ali bin Abu Tholib yang terkenal dengan gelar karromallu wajha(orang yang dijaga wajahnya),beliau adalah kholifah termiskin yang pernah memimpin islam.
Itulah sekilas riwayat kepemimpinan mereka betapa tangguhnya mereka yang ternyata mereka tidak pernah mengagung-agungkan kedudukan mereka sebagai pemimpin contoh kecil seperti sahabat umar bin khottob yang terkenal dengan keberaniannya dalam suatu riwayat menyatakan bahkan saking beraninya jin pun lari terbirit-birit ketika akan bertemu beliau,tetapi dari sisi lain beliaupun rela membawa gandum setiap malam untuk mengantarkan bahan makanan tersebut pada rakyatnya yang melarat,Hal tersebutlah yang mungkin berbeda dengan pemimpin saat ini, system pemilihan pimpinan pada waktu itu juga sangat berbeda tidak dengan mencalonkan dirinya sebagaimana saat ini tapi dipilih melalui musyawaroh oleh para pemuka agama.imam ghozali juga telah memaparkan dalam kitab ihya’ulumuddin juz 1 yaitu”perkara yang ditinggalkan oleh para sahabat dahulu dicari oleh ulama’ sekarang dan perkara yang dicari oleh sahabat terdahulu di tinggalkan oleh ulama’ seakarang” maqolah diatas menunjukkan betapa sahabat terdahulu bisa menerapkan dakwah secara totalitas hal itu sesuai dengan perkataan syaikh kita ‘Abdul Ghofur ”Wani mlarat demi kepentingan umat”. bagaimana ulama’ saat ini yang cenderung mementingkan pribadinya hingga kedudukan di jadikan sebagai ajang mengais rizqi.Imam ghozali juga telah memaparkan bahwa terdapat 4 perkara yang di tolak oleh para sahabat:
1. Menjadi pemimpin
2. Di beri wasiat
3. Di bebani Wadi’at(titipan)
4. Di suruh untuk menasehati
Dan mereka lebih menyibukkan diri mereka dengan 4 perkara diantaranya:
1. Mengajarkan Al-qur’an dan mempelajarinya
2. Meramaikan masjid dan akan membangunnya
3. Memperbanyak dzikir-dzikir kepada Alloh
4. Memberitahu manakah perkara yang baik dan buruk
Maqolah imam ghozali tersebut telah memaparkan secara gambling siapakah kiranya figure ummat yang pantas kita jadikan contoh bagi generasi muda negri ini penerus generasi tua esok hal itu mengingatkan kita pada suatu maqolah bahwa”Pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan di tangan merekalah urusan umat dan di setiap langkah merekalah hidup umat”.Dan saat ini yang pantas kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita untuk menerima estafet kepemimpina bangsa apalagi kita yang di beri karunia terbesar oleh sang maha karya untuk bias mencicipi hidup di pondok pesantren yang masyhur sebagai tempat penggemblengan kader-kader militant nan berakhlaqul karimah.Karna tak bias dipungkiri lagi hanya kaula mudalah satu-satunya sasaran utama penerus bangsa,sampai-sampai presiden soekarno menyatakan dalam pidatonya “Bawalah padaku 10 pemuda maka akan aku guncangkan dunia”sungguh dalam maqola tersebut menunjukkan makna yang amat mendalam .Maka pernahkah kita mengaca pada tindak tanduk kaula muda sekaramg?pantaskah mereka di amanati nergi kita?relakah kita membiarkan keanarkisan mereka berimbas pada masa depan Indonesia?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar